Drone sprayer pertanian telah menjadi alat yang sangat populer dan berguna dalam beberapa tahun terakhir. Petani millennial dan penggiat drone pastinya harus memahami komponen utama yang wajib ada pada drone sprayer pertanian. Jika lebih paham, mereka juga bisa lebih gampang merawat drone tersebut. Komponen dan fitur yang terdapat dalam drone sprayer pertanian tergantung pada produsen dan modelnya. Walaupun demikian, umumnya kita akan menemukan komponen-komponen berikut ini. Tapi sebelum itu, kita simak dulu fungsi utama drone sprayer pertanian. 

Fungsi Drone Sprayer Pertanian

Drone penyemprot memiliki peran utama dalam melakukan penyemprotan di lahan pertanian dengan menggunakan pestisida atau pupuk. Tujuan dari peran ini adalah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pestisida atau pupuk, karena drone penyemprot mampu menyemprotkan secara merata di area yang sulit dijangkau oleh alat manual, serta mengurangi risiko terpaparnya petani atau pekerja pertanian terhadap bahan kimia yang berbahaya.

Peran dan Komponen Utama Drone Sprayer Pertanian

Rangka Drone

Rangka drone merupakan komponen krusial yang mengintegrasikan semua elemen yang diperlukan untuk memberikan stabilitas pada struktur badan drone. Pemilihan bahan untuk rangka memiliki peranan penting karena secara langsung mempengaruhi berat, daya tahan, dan kinerja penerbangan drone.

Serat karbon adalah bahan yang paling banyak digunakan untuk rangka drone. Rangka serat karbon memiliki bobot yang ringan, namun tetap kokoh dan kaku. Keunggulan rangka serat karbon terletak pada kemampuannya dalam menahan benturan dan getaran, menjadikannya pilihan ideal untuk manuver lincah dan stabilitas selama penerbangan. Walaupun demikian, rangka serat karbon dapat memiliki harga yang cukup mahal dibandingkan dengan bahan lainnya.

Alternatif lain yang umum digunakan untuk rangka drone adalah aluminium. Bahan ini relatif ringan, terjangkau, dan menawarkan stabilitas struktural yang baik. Rangka aluminium memiliki daya tahan yang lebih baik dan mampu mengatasi pendaratan dan benturan yang kasar dengan lebih baik dibandingkan dengan rangka serat karbon. Namun, perlu diperhatikan bahwa rangka aluminium cenderung sedikit lebih berat, yang dapat berdampak negatif pada durasi terbang dan kemampuan manuver dibandingkan dengan serat karbon.

Flight Controller

Kontrol penerbangan (flight controller) adalah perangkat elektronik kecil yang terpasang pada papan utama atau rangka drone. Flight Controller dilengkapi dengan mikroprosesor, memori, dan berbagai port input dan output.

Flight Controller akan mengumpulkan data dari sensor-sensor seperti giroskop, akselerometer, barometer, dan kompas. Sensor-sensor ini memberikan informasi tentang orientasi, ketinggian, kecepatan, dan parameter penerbangan lainnya pada drone. 

Salah satu fungsi utama dari Flight Controller adalah menjaga stabilitas drone selama penerbangan. Flight Controller akan terus-menerus mengukur sikap drone dan melakukan penyesuaian untuk menjaga stabilitas dan konsistensinya. Jika drone mulai miring atau melayang, Flight Controller akan bereaksi dengan menyesuaikan kecepatan motor untuk memperbaiki deviasi tersebut.

Contoh dokumentasi Flight Controller dari Pixhawk

Mesin dan Propeller

Jumlah mesin dan propeller pada drone ini dapat berbeda-beda. Tapi umumnya berjumlah empat atau enam mesin. Mesin dan propeller akan memberikan stabilitas penerbangan drone. Jika salah satu mesin atau propeller mengalami kerusakan, mesin-mesin lainnya dapat mengkompensasi dan memastikan drone tetap terbang dan dapat mendarat dengan aman.

Mesin dihubungkan ke propeller melalui sistem roda gigi dan poros. Ketika mesin berputar, sistem menggerakkan propeller yang menghasilkan dorongan dan angkat yang diperlukan untuk menjaga drone tetap terbang di udara. Dengan mengatur kecepatan dan arah putaran mesin dan propeller, drone dapat dikendalikan dalam berbagai arah dan ketinggian.

Beberapa drone penyemprot pertanian juga dilengkapi dengan baling-baling yang dapat diganti, sehingga petani dapat mengubah jenis baling-baling sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Baling-baling yang berbeda dapat mengoptimalkan kinerja drone untuk tugas-tugas yang berbeda, seperti kapasitas angkat yang lebih tinggi atau durasi penerbangan yang lebih lama.

Baterai

Semua drone tak terkecuali drone sprayer pertanian perlu sumber energi. Umumnya, drone ini menggunakan baterai lithium-ion agar bisa terbang dengan lama. Baterai ini ringan dan dapat diisi ulang dengan cepat, memungkinkan operasi yang efisien di lapangan. Waktu penerbangan dari drone sprayer pertanian dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran drone, kapasitas muatan, dan kondisi terbang.

Sumber energi listrik tidak hanya menggerakkan sistem propulsi drone, tetapi juga mengoperasikan mekanisme penyemprotan. Salah satu komponen drone sprayer pertanian dilengkapi dengan sistem penyemprotan yang dirancang khusus untuk mendistribusikan pestisida cair, pupuk, atau herbisida. Sumber energi listrik dari baterai ini juga akan menggerakkan pompa dan motor yang bertanggung jawab untuk menghasilkan tekanan yang diperlukan agar cairan dapat disemprotkan dengan akurat dan merata.

Komponen utama drone sprayer Indonesia

Simpulan

Dalam artikel ini, kami telah mengupas utama yang penting dalam drone sprayer pertanian, termasuk kerangka drone, pengendali penerbangan, motor dan baling-baling, baterai, tangki, pompa, dan nozzle. Mengetahui dan memahami fungsi serta karakteristik dari setiap elemen ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana drone sprayer pertanian bekerja secara keseluruhan. Namun, masih ada beberapa elemen lain yang akan kami bahas dalam artikel berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *